Mar
23

Anomali Cuaca Versus Peluang Pasar Kakao Indonesia

By
Buah Kakao dari Blitar

Buah Kakao dari Blitar

Jember (beritajatim.com) – Peluang pasar ekspor kakao Indonesia tahun ini cukup bagus. Tinggal berharap anomali cuaca tahun 2010 tak berkelanjutan.

Teguh Wahyudi, Direktur Puslit Kopi dan Kakao Indonesia, mengatakan, konflik politik di Pantai Gading, eksportir kakao terbesar di dunia, mendukung prospek ekspor kakao Indonesia. Saat ini, stok kakao di negara industri berlebih sampai 10-15 persen.

“Negara industri Eropa dan Amerika Serikat menengok Indonesia. Syukur, kita punya program gernas (gerakan nasional kakao) sedikit banyak membantu,” kata Teguh.

Hambatan terakhir adalah anomali cuaca. Akibat kondisi cuaca yang tak menentu, tahun 2010 terjadi penurunan produksi kakao 20-30 persen. Kerusakan pada tanaman memang tak terlampau besar. Namun dengan sinar matahari kurang dan hujan yang terus menggurut, pembungaan terbentuk dan buah terganggu.

Perkembangan buah kakao terhambat, serangan hama penyakit meningkat, dan pengolahan pun susah. “Petani kita kan masih mengandalkan matahari dalam pengeringan,” kata Teguh.

Solusi adaptasi adalah menerapkan teknik budidaya yang benar. Pemerintah sendiri sudah memiliki tiga program yang siap mendukung, yakni peremajaan tanaman melalui gerakan nasional, rehabilitasi tanaman yang tak terlalu tua namun sudah rusak, dan ekstensifikasi terhadap tanaman usia produktif yang kurang produksinya. [wir]

Categories : Berita Kakao

Leave a Reply