Pabrik cokelat terbesar di dunia saat ini dimiliki oleh group Lindt & Sprungli yang berkantor pusat di Swiss.  Perusahaan ini dikenal sebagai pemimpin di pasar coklat kualitas premium (paling baik). Produk olahannya sangat beragam dan telah dipasarkan di lebih dari 100 negara di seluruh dunia.

Reputasinya dibuktikan dengan eksistensinya selama 160 tahun sebagai perusahaan paling inovatif dan kreatif dalam membuat cokelat kualitas premium. Dengan kekuatan produksi dari 6 pabrik tersebar di Eropa dan 2 lainnya di Amerika Serikat, perusahaan penjualan dan distribusinya menjelajahi 4 benua.

Sukses itu bermula di tahun 1845,  ketika sebuah perusahaan ayah dan anak, Sprungli & Son berhasil mencetak cokelat padat pertama kalinya. Karena sebelumnya konsumen cokelat hanya menikmatinya dalam bentuk minuman. Keluarga Sprungli kemudian bergabung dengan Rodolphe Lindt.

Sejak tahun 1986, saham perusahaan Chocoladefabriken Lindt & Sprüngli AG dapat dibeli di bursa saham Swiss.

lindt

Masyarakat bisa membeli cokelat langsung di pabriknya. Cokelat aneka warna dan rasa tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran. Kadar cokelatnya pun bervariasi dari berkadar rendah, hingga cokelat pahit berkadar 99 persen. Salah satu rak memajang coklat aneka rasa buah.  Ada rasa stroberi, beri hutan, beri johannis,  bahkan buah delima.

Lihat klip proses produksi coklatnya sejak biji Kakao sampai coklat batangan berikut ini :

Ada pula cokelat eksotis rasa jahe, kayu manis, kacang-kacangan dan pedasnya cabe. Tersedia pula cokelat khusus bagi penderita diabetes dan cokelat khusus bahan kue.  Kita bisa membeli dengan harga lebih miring dibanding kualitas  yang sama di pasaran.  Cokelat merek Lindt & Sprungli memang merupakan coklat berharga cukup mahal untuk ukuran orang Indonesia. Cokelat yang hampir kadaluarsa dibanting harganya di sini. ***

 

 

Comments (0)

Di akhir tahun 2013, manajemen KSU Guyub Santoso melakukan terobosan pemasaran produk olahan cokelatnya. Produk makanan cokelat ini telah dikenal banyak orang di Jawa Timur. Terutama di kalangan pejabat instransi, mahasiswa/pelajar dan masyarakat umum yang datang berkunjung ke kampung Cokelat di Kademangan yang asri.  Selain itu, produk Gusant Chocolate dikenal masyarakat luas melalui ajang pameran di berbagai kota seperti Blitar, Malang, dan Batam.

tuguPencapaian ini tentu dirasakan oleh manajemen GS sangat menggembirakan karena dapur cokelat sendiri baru dimulai operasionalnya pada bulan April 2013. Belum genap setahun memang, tetapi perkembangan dan prospeknya sungguh menarik. Karena itu, pada hari Ahad, 22 Desember 2013, manajemen memberangkatkan tim pemasaran ke luar Jawa Timur. Kota yang di tuju adalah Jogjakarta dan Solo. Tujuannya melakukan riset pasar sederhana sekaligus membuka kerjasama pemasaran di Jawa Tengah. Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama sepekan.

Hasil yang diharapkan adalah adanya umpan balik dari konsumen mengenai cita rasa dan merk Gusant Chocolate. Sehingga produknya akan semakin berkualitas pada tahun 2014. Selain itu diharapkan terjadi pertumbuhan omzet produk cokelat dengan terbukanya pasar-pasar baru.  Perluasan pasar ini merupakan bagian dari rencana peningkatan kapasitas produksi tahun depan. Sampai hari ini, Selasa, 24 Desember 2013, sambutan konsumen cukup menggembirakan dan memberikan banyak masukan berharga bagi pemantapan kualitas produk.

ori-isi-32

Sambutan itu dirasakan sangat luar biasa mengingat produk ini tergolong pendatang baru. Semoga langkah kecil ini menjadi momentum produktif dan kreatif untuk memajukan bisnis GUsant Chocolate dan tentu saja, kampung wisata Cokelatnya.  Menyambut tahun 2014 dengan penuh optimisme dan paradigma manajemen yang baru.  Ingin tahu dimana Gusant Chocolate dijual di Jogjakarta? Ikuti terus ceritanya di akhir pekan. ***

Comments (0)

Minggu ini, Blitar diguyur hujan deras setiap hari. Kampung Cokelat GuyuB Santoso Kademangan juga terasa lebih dingin dari biasanya. Biji-biji kakao dari kelompok petani jadi lebih lama keringnya, membuat pabrik-pabrik coklat berharap-harap cemas menanti datangnya kiriman.

Ditengah mingggu yang agak dingin itu, Kampung Cokelat Gusant dihangatkan oleh datangnya anak-anak Blitar yang luar biasa, penuh kegembiraan, dan rasa ingin tahu. Siapa mereka?

MTs. Maarif Gds

Yang pertama, pada hari Kamis, 19 Desember 2013, Kampung Cokelat menerima kunjungan Wisata Ilmiah dari Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Gandusari Kabupaten Blitar.  63 siswa dan 7 guru pendamping datang untuk belajar tentang cokelat. Para  siswa kelas 7 dan 8  ’Matsamanuga’  yang datang sekitar pukul 2 siang ini antusias mencatat informasi tentang budidaya kakao.  Sekitar pukul 17.00, rombongan berpamitan setelah menyelesaikan acara menghias collipop.

Kunjungan kedua, tidak kalah serunya.  Kali ini yang datang adalah BPPKB dan Forum Anak Kabupaten Blitar. Forum Anak Blitar ini ingin mengetahui lebih banyak tentang pengolahan cokelat Gusant. Mereka datang dari berbagai kecamatan didampingi oleh Badan Pemberdayaan dan Keluarga Berencana Kabupaten Blitar (BPKB Blitar). 28 anak-anak yang berusia dibawah 18 tahun dan masih berstatus pelajar ini sangat bersemangat dan ceria di kampung Cokelat Gusant. Meskipun hujan deras menyertai mereka sejak datang pada pukul 8 pagi, hingga selesainya acara pada pukul 3 sore.

forum anak fb

Dua kunjungan ini merupakan bukti bahwa berkunjung ke Kampung Cokelat telah menjadi salah satu pilihan cerdas untuk berwisata sambil belajar bagi para pelajar. Cokelat bukan saja milik kelompok tani, tapi juga menyenangkan bagi anak-anak.

Kami siap menanti kunjungan wisata ilmiah, praktek kunjungan lapangan, pengenalan lingkungan dari kalangan pelajar.  Mulai dari TK hingga Perguruan Tinggi. Mari mengenal cokelat dan memasyarakatkan cokelat Indonesia. ***

Categories : Berita Kakao
Comments (0)

kh4Gapoktan Guyub Santoso hari ini, Kamis, 12 Desember 2013, mendapatkan kehormatan menerima kunjungan mahasiswa Fakultas Pertanian jurusan Sosial Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya.

Rombongan tiba pukul 13.00. Sebanyak 37 mahasiswa dan didampingi 3 dosen diterima langsung oleh ketua Gapoktan GS, bapak Kholid Mustofa. beserta seluruh jajaran pengurus.

Kunjungan Mahasiswa di gapoktan Guyub Santoso

Kunjungan Mahasiswa di gapoktan Guyub Santoso

Kedatangan para calon pakar dan pengusaha pertanian ini di Plosorejo Kademangan Blitar memberikan bukti bahwa hubungan antara kelompok tani Kakao dan dunia perguruan tinggi sangat dibutuhkan dan harus diperkuat terus menerus demi kemajuan dunia agribisnis dan kelilmuan.

Mencicipi buah Kakao dan cara pecah buah  yang benar

Mencicipi buah Kakao dan cara pecah buah

Acara kunjungan antara lain melihat dan belajar tentang agribisnis Coklat. Mulai dari hulu, –budidayanya, hingga hilir yaitu pengolahan makanan berbahan dasar coklat.

Dipandu oleh pak Arif Zamroni, mahasiswa mendapatkan wawasan tentang peran penting Kakao dalam dunia pertanian dan bisnis internasional.

Pengurus GS berdiskusi dengan mahasiswa UPN

Pengurus GS berdiskusi dengan mahasiswa UPN

**

Comments (0)
Dec
12

SNI KAKAO

By · Comments (0)

Kakao Indonesia merupakan salah satu komoditi andalan ekspor. Sebagai komoditi ‘green devisa’ Kakao juga memiliki standar kualitas yang ditetapkan dalam SNI (Standar Nasional Indonesia).

SNI Kakao ini ditetapkan oleh BSI (Badan Standarisasi Indonesia) dalam Syarat Mutu Biji Kakao atau SNI 01-2323-2000. Berikut ini indikator mutu biji Kakao yang layak ekspor :

SNI KAKAO

SNI KAKAO

Sumber : Dikutip dari Cacaoorganicfairtrade

Standar Nasional Indonesia (disingkat SNI) adalah satu-satunya standar yang berlaku secara nasional diIndonesia. SNI dirumuskan oleh Panitia Teknis dan ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional.
 
Agar SNI memperoleh keberterimaan yang luas antara para stakeholder, maka SNI dirumuskan dengan memenuhi WTO Code of good practice, yaitu: 
Openess (keterbukaan) :
Terbuka bagi agar semua stakeholder yang berkepentingan dapat berpartisipasi dalam pengembangan SNI; 
Transparency (transparansi) :
Transparan agar semua stakeholder yang berkepentingan dapat mengikuti perkembangan SNI mulai dari tahap pemrograman dan perumusan sampai ke tahap penetapannya . Dan dapat dengan mudah memperoleh semua informsi yang berkaitan dengan pengembangan SNI; 
Consensus & impartiality (konsensus & tidak memihak) :
Tidak memihak dan konsensus agar semua stakeholder dapat menyalurkan kepentingannya dan diperlakukan secara adil; 
Effectiveness and relevance :
Efektif dan relevan agar dapat memfasilitasi perdagangan karena memperhatikan kebutuhan pasar dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; 
Coherence: Koheren dengan pengembangan standar internasional agar perkembangan pasar negara kita tidak terisolasi dari perkembangan pasar global dan memperlancar perdagangan internasional; dan 
Development dimension (berdimensi pembangunan) :
Berdimensi pembangunan agar memperhatikan kepentingan publik dan kepentingan nasional dalam meningkatkan daya saing perekonomian nasional.

Secara bertahap dan berkelanjutan, diharapkan para petani mengetahui dan memperbaiki mutu produksinya sesuai SNI tersebut.

Organisasi Perdagangan Dunia

Organisasi Perdagangan Dunia

***

Comments (0)